1. Bentuk Lingkaran / Lambang • Melambangkan persatuan, integritas, dan keberlanjutan. Tidak ada awal atau akhir, artinya budaya diwariskan secara terus menerus dari generasi ke generasi. • Bentuk lencana juga memberikan efek resmi dan identitas, cocok untuk lembaga pendidikan. 2. Ikon Emas Merah / Kuning di Tengah
Bentuknya merupakan stilasi dari atap Bale Lumbung atau rumah tradisional Sasak yang khas di Lombok.
• Makna: ◦ Identitas lokal: Menunjukkan akar budaya Sasak, Lombok. Bale adalah simbol kearifan lokal, tempat penyimpanan beras sekaligus pusat kegiatan tradisional. ◦ Perlindungan & pengetahuan: Atap melindungi isinya. Sama seperti sekolah yang melindungi, merawat, dan berbagi pengetahuan budaya. ◦ Kemegahan: Warna kuning keemasan melambangkan kejayaan, kesuksesan, dan nilai-nilai luhur budaya yang harus dilindungi. 3. Teks "SEKOLAH KEBUDAYAAN LOMBOK NTB" • SEKOLAH KEBUDAYAAN: Menekankan fungsi utamanya sebagai lembaga yang mendidik dan melestarikan budaya, bukan hanya mengajarkan mata pelajaran umum. • LOMBOK NTB: Menunjukkan lokasi dan fokus budaya yang diangkat, yaitu budaya Sasak dan budaya lain di Nusa Tenggara Barat. 4. Dua Bintang • Biasanya melambangkan cita-cita luhur, keunggulan, dan pencerahan. • Dapat juga berarti dua pilar utama: pelestarian & pengembangan budaya. • Dalam konteks NTB, dua bintang sering dikaitkan dengan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa sebagai dua pulau besar di NTB. 5. Warna Hitam - Putih - Emas • Hitam: Keteguhan, kekuatan, dan fondasi tradisi yang kokoh. • Putih/Perak: Kemurnian, ketulusan niat dalam melestarikan budaya. • Emas: Kemuliaan, nilai budaya yang tinggi, dan harapan agar budaya Lombok terus bersinar.
Singkatnya: Logo ini berarti "Lembaga Kebudayaan NTB Lombok adalah lembaga resmi yang menjadi penjaga budaya Sasak. Lembaga ini berdiri teguh, mulia, dan menyatukan seluruh elemen komunitas NTB untuk melestarikan dan melanjutkan warisan budaya agar tetap sukses".




