1. Nama “Desa BILOK PETUNG”
Desa ini merupakan perluasan dari Desa Sajang, di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur. Awalnya, namanya adalah Desa Persiapan Sajang Utara, kemudian pada tanggal 3 Januari 2004 disepakati untuk diubah menjadi Bilok Petung.
Secara harfiah:
• Bilok = bambu, beberapa juga berarti lurus • Petung = besar / arah mulia
Menurut para tetua adat, Bilok Petung berarti "petunjuk yang lurus". Itulah harapan agar desa ini menjadi desa yang lurus, mulia, dan berakar pada tradisi.
2. Operasi Logo Visual
a. Bentuk Perisai Segi Lima
Melambangkan perlindungan, pertahanan, dan kesiapan masyarakat untuk melindungi adat istiadat, tanah, dan kehormatan desa. Bentuk perisai juga merupakan identitas resmi pemerintah desa.
b. Warna Dasar Merah Marun & Hitam
Terbagi menjadi dua secara vertikal. Merah = keberanian, semangat kerja sama timbal balik saat membangun desa pada tahun 2001-2004. Hitam = keteguhan, tanah subur Sembalun yang diperebutkan di masa lalu karena potensinya. Kombinasi ini juga merupakan warna khas Lombok Timur.
c. Bintang Emas di Puncak
Simbol Tuhan Yang Maha Esa, Pancasila. Posisinya di bagian tengah atas antara padi dan kapas = cita-cita desa harus berada di atas segalanya dan di bawah perlindungan Tuhan.
d. Tiga Bambu Petung di tengah
Inilah inti dari logo tersebut. Terdapat 3 batang bambu besar yang berdiri tegak, dipotong secara diagonal di ujungnya. Maknanya berlapis:
1. Identitas nama: Bilok Petung sendiri merupakan nama bambu besar. 2. Tiga dusun awal: Desa ini lahir dari dusun Birak, Bilok, dan Landean. Tiga bambu = persatuan dari tiga desa pendiri. 3. Karakter: Bambu Petung kuat, lentur, tidak mudah patah, dan sangat bermanfaat. Filosofi Sasak Sembalun: berakar kuat, namun fleksibel untuk menghadapi zaman.
Bambu tersebut berdiri di atas umpak/bale bertingkat 5 yang terbuat dari emas. Itulah simbol Bale LokaQ - bale tradisional yang menjadi pusat musyawarah dan ritual di Bilok Petung. Emas = kemuliaan adat dan tradisi.
e. Latar Belakang Gunung Biru dan Danau
Di balik bambu terdapat lukisan pegunungan dan danau. Jelas terlihat Gunung Rinjani dan Danau Segara Anak serta keindahan alam Sembalun. Di desa ini juga terdapat Air Terjun Mayung Putik yang terkenal. Ini berarti desa tersebut hidup harmonis dengan alam, dan potensinya adalah wisata alam dan pertanian pegunungan.
f. Sekitar Padi dan Kapas
• Kanan: Beras emas 25 butir (coba hitung) = kemakmuran, makanan. • Kiri: Kapas hijau-putih 25 kuntum = kesucian, pakaian.
Padi dan kapas adalah simbol kesejahteraan klasik Indonesia. Lingkaran yang belum tertutup sepenuhnya di atas (dekat bintang) = ruang untuk terus tumbuh dan berharap.
g. Pita Merah dan Putih di Bawah
Pengikat padi dan kapas diikat dengan pita merah dan putih. Ini berarti bahwa kesejahteraan desa tetap berada dalam kerangka NKRI, dan semua perjuangan terikat oleh persatuan.
Filosofi secara keseluruhan:
Dari bambu lurus (Bilok Petung) yang tumbuh kokoh di kaki Gunung Rinjani, dengan adat istiadat sebagai landasannya (Bale LokaQ), sebuah komunitas yang berani dan teguh akan meraih kemakmuran yang diilhami oleh ketakwaan dan persatuan.
Logo ini sangat keren, karena bukan hanya gambar pegunungan bambu, tetapi juga memuat sejarah perjuangan perluasan desa yang dulunya penuh dengan perdebatan pro dan kontra.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar